How to Make money, website, loose weight, not worry, leather

itu, satu-satunya keluarga yang dekat dengannya. Bahkan seringkali ia melampiaskan kekesalannya atas keadaan yang kami alami dengan curhat pada Mbak Ratih. Tak jarang Mbak Ratih memberikan bantuan keuangan untuk anak-anak, dan  dengan bijak ia menasehati kami berdua untuk tetap sabar dan ikhlas menerima setiap cobaan dari Allah SWT.
 

 

Beberapa kali aku mencoba melamar pekerjaan ke perusahaan lain, berbekal pengalamanku yang sudah lebih 10 tahun di bidang marketing aku berharap bisa mendapatkan pekerjaan dengan imbalan yang cukup untuk menafkahi istri dan dua orang anak yang memasuki usia sekolah. Tetapi, usiaku yang menjelang 40 tahun ternyata tidak semudah yang kubayangkan untuk mendapat pekerjaan yang layak. Harus memulai lagi dari bawah, tentu dengan gaji yang minim.  Uang pesangon yang tidak seberapa (karena harus dipotong utang di kantor) jelas makin menipis karena tidak ada pendapatan lain sementara pengeluaran terus berjalan normal, bahkan meningkat karena harga barang kebutuhan terus berlomba naik. Aku semakin panik, apalagi Anissa mungkin juga sudah merasa jenuh dengan keberadaanku yang setiap hari di rumah. Ia tidak lagi peduli pada pandangan penuh selidik para tetangga mengapa aku lebih banyak berada di rumah. Ia sudah mulai ikhlas dan tanpa beban memberikan jawaban kepada mereka bahwa aku sudah tidak bekerja lagi, aku sudah di PHK dan sekarang sedang mencoba berwiraswasta

  “Annisa, aku bukan suami yang baik, aku bukan suami ideal, aku bukan ayah yang bertanggung jawab untuk anak-anak, maafkan aku”, bisikku pada diri sendiri sambil terus memandangi kegelapan malam.. “Dimanakah kau istriku? Apakah Astrid dan Adrian baik-baik saja ? Si bungsu Adrian kemarin agak demam, apa dia tidak menanyakan ayahnya ?”, aku sangat khawatir keadaan mereka. Aku menduga  Annisa pasti ke rumah kakak sulungnya yang kebetulan tinggal sekota dengan kami. Tidak mungkin ia pulang ke rumah orangtuanya yang jauh di luar kota, hanya dengan anak-anak. Anissa selama ini Selain dia tidak pernah pulang tanpa Dia memang sering bertandang ke rumah kakaknya

 

how to tie a tie

What Is Worry

Worry And Imagery

Worry And Self Talk

HOW TO MAKE A FREE WEBSITE

How To Tie A Tie Easy ( the four-in-hand knot )

How to Tie a Neck Tie ( The Windsor Knot )

How to Tie a Neck Tie ( The Half-Windsor Knot )

How to make a website for free
make money from home

 leather

How to create a website 

make extra money from home

how not to worry 

HOW TO MAKE MONEY ONLINE WORKING FROM HOME

HOW TO BE SUCCESS ON MAKING MONEY ONLINE

JOIN AFFILIATE PROGRAMS TO MAKE MONEY ONLINE

 

How to make a website

HOW TO MAKE A FREE WEBSITE STEP BY STEP TUTORIAL

HOW TO MAKE A FREE WEBSITE EASY AND FAST

excel

Mencoba berwiraswasta juga sudah aku lakukan. Mulai dari berjualan bakso, Beberapa kali aku terganjal karena usialayak sebagai  untuk men  karena tuduhan penyelewengan uang perusahaan, aku benar-benar limbung. Tuduhan itu sangat menyakitkan, karena memang aku tak pernah merasa memakai uang itu. Apalagi aku di PHK tanpa pesangon yang memadai, bahkan setelah diperhitungkan dengan uang yang harus kupertanggungjawabkan, ternyata hanya tersisa beberapa ratus ribu rupiah saja.

Ah, sepuluh tahun lebih aku mengabdi di perusahaan itu seolah tak ada artinya. Tenaga dan fikiran yang benar-benar kucurahkan hanya untuk kemajuan perusahaan, waktu bersama keluarga yang lebih banyak tersita untuk urusan perusahaan, merupakan pengorbanan yang sia-sia.

 

back